Pipeline bergantung pada relasi
Pelanggan baru datang dari kenalan dan rekomendasi. Saat relasi lama berpindah atau volume pelanggan utama turun, tidak ada sumber permintaan lain yang bisa diandalkan.
Marketing logistik B2B
SAB membantu freight forwarder, ekspedisi B2B, dan penyedia pergudangan mendapatkan permintaan penawaran dari calon pelanggan bisnis. Kami menata halaman layanan per rute atau jenis kargo, form RFQ yang meminta data yang dibutuhkan sales, serta iklan Google, LinkedIn, dan SEO yang terukur.
Paling cocok untuk perusahaan logistik B2B yang ingin pipeline penawaran tidak hanya bergantung pada relasi dan referral.

Banyak perusahaan logistik tumbuh dari relasi dan referral. Website ada, tetapi jarang menghasilkan permintaan penawaran yang bisa langsung dihitung oleh tim sales.
Pelanggan baru datang dari kenalan dan rekomendasi. Saat relasi lama berpindah atau volume pelanggan utama turun, tidak ada sumber permintaan lain yang bisa diandalkan.
Halaman tidak menjelaskan layanan per mode, rute, atau jenis kargo. Form kontak hanya meminta nama dan pesan, sehingga sales harus bertanya ulang soal asal, tujuan, volume, dan jadwal sebelum bisa memberi harga.
Kata kunci logistik umum juga dicari oleh orang yang ingin cek resi, mengirim paket pribadi, atau melamar kerja. Tanpa penyaringan, anggaran terserap untuk klik yang tidak pernah menjadi pelanggan B2B.
Dari permintaan pertama sampai kontrak bisa melibatkan beberapa orang dan beberapa kali penawaran. Jika sumber RFQ tidak dicatat, sulit tahu kanal mana yang akhirnya menghasilkan pelanggan.

Calon pelanggan logistik B2B tidak mencari 'perusahaan logistik' secara umum. Mereka mencari layanan yang spesifik: mode pengiriman, rute, jenis kargo, atau kebutuhan seperti pergudangan dan pengurusan kepabeanan. Kami mulai dengan memetakan layanan yang paling ingin Anda jual, lalu menyusun halaman dan kampanye untuk masing-masing.
Setiap halaman diarahkan ke form RFQ yang meminta data dasar yang dibutuhkan sales untuk menghitung penawaran. Google Ads menangkap pencarian dengan intent tinggi, LinkedIn menjangkau peran seperti procurement dan supply chain, dan SEO membangun halaman layanan yang bisa ditemukan dalam jangka panjang. Sumber setiap RFQ dicatat sampai penawaran dan kesepakatan.
Lingkup final disesuaikan dengan layanan, wilayah yang dilayani, dan kapasitas tim sales Anda, lalu dituliskan di proposal. Berikut komponen yang umum kami tangani.
Pemetaan layanan prioritas per mode, rute, jenis kargo, dan wilayah, beserta istilah yang dipakai calon pelanggan saat mencari. Hasilnya menjadi dasar struktur halaman dan kampanye.
Halaman layanan yang menjelaskan cakupan, proses, dokumen yang dibutuhkan, dan area layanan, dengan form RFQ yang ringkas tetapi cukup untuk menghitung penawaran awal.
Kampanye untuk pencarian layanan spesifik dengan kata kunci negatif yang menyaring pencarian cek resi, kiriman pribadi, dan lowongan kerja. Iklan diarahkan ke halaman layanan yang sesuai.
Penataan halaman perusahaan dan kampanye LinkedIn yang menyasar fungsi kerja dan industri yang relevan, misalnya procurement, supply chain, dan ekspor-impor.
Optimasi halaman layanan dan konten yang menjawab pertanyaan calon pelanggan, termasuk versi bahasa Inggris bila Anda melayani pelanggan internasional.
Pengaturan GA4, event konversi untuk RFQ, telepon, dan WhatsApp, penandaan sumber kampanye, serta format pencatatan status penawaran bersama tim sales.
Alur kerja SAB terdiri dari discovery, penyusunan strategi, eksekusi, dan optimasi. Untuk logistik, kami memberi perhatian khusus pada kualitas data RFQ dan siklus penjualan yang panjang.
Kami memahami layanan, rute dan wilayah yang dilayani, profil pelanggan ideal, dan cara tim sales menangani permintaan saat ini. Dari sini terlihat layanan mana yang paling layak diprioritaskan.
Kami meninjau website, form kontak, akun iklan, dan halaman LinkedIn. Kami mencatat layanan yang belum punya halaman, form yang kurang data, dan pencarian tidak relevan yang menyerap anggaran.
Kami menyepakati layanan prioritas, kanal, kriteria RFQ yang layak, dan metrik yang dipantau, misalnya RFQ yang lolos kualifikasi, penawaran terkirim, conversion rate halaman, dan biaya per RFQ. Semuanya dirangkum di proposal.
Halaman layanan, form RFQ, tracking, dan kampanye disiapkan bertahap, dimulai dari layanan dengan prioritas tertinggi. Materi ditinjau bersama tim Anda agar istilah teknis dan cakupan layanan akurat.
Setiap satu sampai dua minggu kami melaporkan perkembangan, mencocokkannya dengan status penawaran dari sales, lalu menyesuaikan kata kunci, audiens, halaman, dan anggaran.
Setiap pilihan punya tempatnya, dan sebagian besar perusahaan logistik memakai kombinasi. Tabel ini membantu Anda menilai peran masing-masing.
| Relasi dan sales lapangan | Listing di direktori atau marketplace B2B | Bersama SAB | |
|---|---|---|---|
| Sumber permintaan | Kenalan, referral, dan kunjungan | Pengunjung direktori | Pencarian Google, LinkedIn, dan website sendiri |
| Kualitas data awal | Biasanya lengkap karena lewat percakapan | Mengikuti format direktori | Form RFQ dengan data yang dibutuhkan sales |
| Skala | Terbatas oleh waktu dan jaringan tim | Bergantung pada lalu lintas direktori | Bisa ditambah per layanan dan rute |
| Kontrol pesan | Tinggi, langsung dari sales | Terbatas pada format listing | Halaman layanan yang Anda kendalikan |
| Pengukuran | Catatan sales | Statistik dari direktori | Sumber RFQ sampai penawaran dan kesepakatan |
| Biaya awal | Waktu dan biaya perjalanan tim | Biaya listing atau keanggotaan | Ada setup di awal, dijelaskan di proposal |
Relasi tetap menjadi kekuatan utama di industri logistik. Kanal digital melengkapinya dengan sumber permintaan baru yang bisa diukur, bukan menggantikannya.

Prinsip berikut bisa Anda terapkan sendiri, dengan atau tanpa agensi. Intinya: semakin spesifik halaman dan form Anda, semakin cepat sales bisa memberi penawaran.
Pisahkan halaman untuk layanan yang berbeda, misalnya sea freight FCL dan LCL, air freight, trucking, pengurusan kepabeanan, atau pergudangan. Jelaskan cakupan, area atau rute yang dilayani, dokumen yang dibutuhkan, dan alur kerja. Halaman yang spesifik lebih relevan untuk iklan dan lebih mudah ditemukan di Google daripada satu halaman layanan umum.
Tanyakan tim sales data minimum untuk menghitung penawaran awal: asal dan tujuan, jenis kargo, perkiraan berat atau volume, mode pengiriman, dan jadwal. Untuk ekspor-impor, tambahkan pilihan incoterm. Jadikan sebagian kolom opsional agar calon pelanggan yang belum punya data lengkap tetap bisa mengirim permintaan.
Banyak kata kunci logistik juga dicari untuk cek resi, kiriman pribadi, atau lowongan kerja. Tambahkan kata kunci negatif seperti 'resi', 'lowongan', dan istilah layanan yang tidak Anda tawarkan. Tinjau laporan istilah pencarian secara rutin, terutama di minggu-minggu awal kampanye.
LinkedIn memungkinkan targeting berdasarkan fungsi kerja, senioritas, industri, dan ukuran perusahaan. Lead Gen Forms di LinkedIn bisa mengisi data profil secara otomatis sehingga lebih mudah diisi. Hindari audiens yang terlalu sempit, dan tawarkan sesuatu yang berguna seperti konsultasi rute atau daftar dokumen ekspor.
Calon pelanggan B2B ingin yakin sebelum menyerahkan kargo. Tampilkan foto asli gudang atau armada, area layanan, legalitas perusahaan, dan keanggotaan asosiasi hanya jika memang dimiliki. Studi kasus singkat dengan izin pelanggan lebih meyakinkan daripada klaim umum.
Catat sumber setiap RFQ, waktu respons, penawaran yang dikirim, dan hasil akhirnya di satu tempat. Karena siklus penjualan logistik B2B bisa panjang, evaluasi kanal sebaiknya dilakukan dalam periode yang cukup, bukan hanya dari jumlah RFQ minggu ini. Data ini menunjukkan layanan dan kanal mana yang layak ditambah anggarannya.
Digital marketing logistik paling efektif jika layanan Anda jelas dan ada tim yang siap menghitung penawaran. Berikut gambaran singkatnya.
Kami tidak memakai paket harga tetap karena setiap perusahaan logistik punya layanan, rute, dan kondisi aset yang berbeda. Biaya disusun dari faktor berikut dan dijelaskan di proposal.
Semakin banyak layanan, mode, atau rute yang perlu halaman dan kampanye sendiri, semakin besar pekerjaan riset, penulisan, dan pengaturan.
Merapikan website yang sudah ada berbeda kebutuhannya dengan membangun halaman layanan, form RFQ, dan versi bahasa Inggris dari awal.
Google Ads, LinkedIn, dan SEO punya kebutuhan pengelolaan yang berbeda. Menjalankan beberapa kanal sekaligus memengaruhi waktu tim.
Pencatatan RFQ sampai kesepakatan, koneksi ke CRM, dan format laporan untuk manajemen memengaruhi alokasi waktu tim.
Biaya media iklan dibayarkan terpisah ke platform. Pajak dan rincian lingkup kerja dituliskan di proposal.
Kutipan dari ulasan klien yang ditampilkan di sab.id.
I love the professionalism of SAB. They're the best partner for your digital marketing needs. I had my company's website redesigned and we started to get high quality leads in the pipeline. I highly recommend SAB for the growth of your business.
Dede Heri KusaeriNPS Pemuda Berdikarisma
Cakupannya bisa meliputi riset layanan dan kata kunci, website dan landing page dengan form RFQ, Google Ads, LinkedIn, SEO halaman layanan, serta tracking sampai penawaran. Lingkup final disesuaikan dengan layanan Anda dan dituliskan di proposal.
Tidak. Hasil dipengaruhi layanan, harga, kapasitas, kondisi pasar, dan kecepatan tim sales menindaklanjuti. Kami menyepakati ukuran yang dipantau sebelum kampanye berjalan. Komitmen kinerja apa pun hanya berlaku jika tertulis di perjanjian yang ditandatangani.
Keduanya punya peran berbeda. Google Ads menangkap orang yang sedang mencari layanan tertentu, sedangkan LinkedIn menjangkau pengambil keputusan berdasarkan jabatan dan industri, termasuk yang belum mencari secara aktif. Pilihan awal biasanya ditentukan oleh layanan prioritas dan profil pelanggan ideal Anda.
SEO tidak instan dan biasanya butuh beberapa bulan, tergantung kondisi website, persaingan, dan jumlah halaman layanan yang dibangun. Karena itu, banyak perusahaan menjalankan Google Ads di awal sambil membangun halaman yang bisa ditemukan secara organik.
Bisa, terutama jika Anda punya layanan atau rute yang jelas keunggulannya. Program bisa dimulai dari satu atau dua layanan prioritas, lalu diperluas setelah ada data. Yang penting, ada orang yang siap merespons RFQ.
Bisa, dengan halaman dan kampanye berbahasa Inggris untuk pasar yang Anda layani. Targeting wilayah dan bahasa diatur terpisah agar hasilnya bisa dibandingkan dengan pasar domestik.
Kami menyarankan semua akun dan data tetap atas nama perusahaan Anda. Hak akses dan kepemilikan diatur di proposal dan perjanjian. Data RFQ sebaiknya hanya diakses oleh tim yang menindaklanjutinya.
Jadwalkan discovery call 30 menit lewat schedule.sab.id atau kirim pesan WhatsApp. Ceritakan layanan dan rute utama Anda, profil pelanggan ideal, cara tim sales menangani permintaan saat ini, dan kanal yang sudah dicoba.
Kirimkan daftar layanan dan rute utama, tautan website dan halaman LinkedIn perusahaan, contoh data yang biasanya dibutuhkan sales untuk menghitung penawaran, serta kanal yang sudah dicoba. Kami akan menyiapkan pertanyaan yang relevan untuk sesi pertama.
Setiap halaman membahas kebutuhan yang berbeda. Pilih yang paling dekat dengan tantangan Anda saat ini.